Pages

Ads 468x60px

Rabu, 05 September 2012

Tahukah Anda? Besar atau Kecil, Payudara Tetap Harus Sering "Diraba''



img
Banyak orang meyakini payudara kecil lebih aman dari kanker. Namun menurut ahli kanker, payudara besar maupun kecil sama-sama bisa diserang kanker dan satu-satunya cara mudah untuk mendeteksinya adalah dengan sering-sering diraba.

Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), dr Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk mengatakan kanker payudara paling banyak berasal dari kelenjar payudara. Makin banyak kelenjarnya, otomatis peluang untuk diserang kanker juga semakin besar.

Karenanya tidak salah apabila dikatakan bahwa makin besar ukuran payudara maka risiko kanker juga makin besar. Namun bukan berarti payudara kecil benar-benar aman, sebab kenyataannya laki-laki sekalipun bisa kena kanker payudara meski risikonya jauh lebih kecil.

"Laki-laki juga bisa kena, tapi kalau dibandingkan dengan perempuan paling cuma 1:100 karena kelenjarnya tidak berkembang. Jadi sama saja, payudara besar atau kecil tetap harus diperiksa," kata dr Sonar usai peluncuran Film Televisi tentang kanker payudara, "Derita Dinda" di Hotel Four Seasons.

Cara paling mudah untuk memeriksanya menurut dr Sonar adalah dengan sering-sering meraba payudara, lalu memeriksakannya jika ditemukan ada benjolan. Tidak perlu panik, tidak semua benjolan itu pasti kanker karena hanya 1 dari 5 benjolan yang pada akhirnya terbukti sebagai kanker.

Sayangnya, benjolan kanker kadang-kadang baru teraba ketika ukurannya sudah lebih dari 1 cm yang artinya sudah memasuki stadium 1. Peluang kesembuhannya tentu masih lebih tinggi dibandingkan jika sudah stadium lanjut, namun tetap saja jaringan kankernya harus dioperasi.

Menurut dr Sonar, peluang kesembuhan yang paling besar adalah jika kanker ditemukan pada stadium 0 (nol) yakni ketika belum ada gejala atau benjolan. Pada stadium ini, kanker tidak terdeteksi hanya dengan diraba saja tetapi harus diamati dengan alat khusus.

Pada perempuan di atas usia 40 tahun, deteksi dini kanker payudara pada stadium 0 bisa dilakukan dengan pemeriksaan penunjang berupa mamografi. Untuk perempuan yang berusia di bawah 40 tahun, pemeriksaan penunjang yang digunakan adalah ultrasonografi.

Kapan Waktunya Payudara Wanita Terlihat Paling Sempurna?

Payudara adalah salah satu bagian tubuh yang sangat dijaga oleh kaum perempuan dan paling sering dikagumi oleh laki-laki. Tapi sebenarnya kapan perempuan memiliki payudara paling indah? Perkembangan payudara wanita terjadi dalam beberapa tahap sepanjang hidupnya. Diawali pada masa sebelum kelahiran, saat pubertas dan setelah mengalami puber. Perubahan juga kerap terjadi selama menstruasi dan ketika menopause.

Selama berada di dalam rahim, payudara sudah mulai terbentuk dengan adanya penebalan di daerah dada (mammary ridge) atau garis susu. Pada saat bayi perempuan lahir maka puting dan sistem awal saluran susu sudah terbentuk.

Payudara ini akan terus berkembang hingga akhirnya terdiri dari 15-24 lobus atau subdivisi kecil dari jaringan payudara. Kelenjar payudara ini dipengaruhi oleh hormon yang diaktifkan saat pubertas. Perubahan ini akan terus terjadi hingga terbentuk payudara yang padat berisi, seperti dikutip dari medicalcenter.osu.edu.

Payudara yang padat berisi ini menandakan kematangan dan menambah kepercayaan diri seorang perempuan. Kondisi ini terjadi pada usia sekitar awal 20-an tahun. Payudara pada rentang usia tersebut diketahui sebagai bentuk payudara perempuan yang paling indah.

Untuk mendapatkan bentuk payudara yang padat berisi harus melalui beberapa tahap pertumbuhan payudara. Pola pertumbuhan ini dibagi menjadi lima tahap perkembangan payudara yaitu:

1. Tahap 1 (Di Bawah Usia 10 Tahun)
Dalam jangka waktu ini perkembangan payudara belum terlihat dan aerola hanya terlihat seperti daerah kecoklatan.

2. Tahap 2
Pada tahap ini kuncup payudara (payudara dan puting) sudah mulai mengangkat atau berkembang, daerah aerola sudah semakin luas dan saluran-saluran di dalam payudara sudah mulai tumbuh.

3. Tahap 3
Pada tahap ini kuncup atau tunas payudara mulai memperbesar. Kemungkinan ada beberapa rasa sakit atau ketidaknyamanan pada tahap perkembangan ini.

4. Tahap 4

Pada tahap ini perkembangan payudara sudah berbentuk seperti gundukan dan secara bertahap semakin membesar, dan ada tanda garis-garis merah muda yang muncul di payudara. Pada kondisi ini seseorang harus mulai memperhatikan ukuran bra yang tepat untuk mendukung perkembangannya.

5. Tahap 5 (Usia 20-an Tahun)

Tahap ini merupakan yang terakhir hingga akhirnya payudara matang dan menjadi penuh serta bulat. Pada tahap ini seorang perempuan bisa mengetahui ukuran bra yang tepat untuk payudaranya dan akan berusaha mempertahankannya.

Meski begitu bentuk dan ukuran payudara ini bisa mengalami perubahan seperti mengecil atau membesar, seperti saat berat badan naik payudara akan membesar, berat badan turun payudara bisa ikut menyusut, proses kehamilan dan menyusui akan membuat payudara membesar dan sebelum masa menstruasi akibat adanya peningkatan hormon estrogen.

Ternyata Kanker Payudara Punya 10 Jenis yang Berbeda



img
Apa yang disebut dengan kanker payudara saat ini ternyata terdiri dari 10 jenis penyakit yang berbeda. Pengkategorian ini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dengan memberikan obat yang sesuai dengan jenis kanker payudara, juga memprediksi kelangsungan hidup pasien lebih akurat.

Penelitian yang dimuat jurnal Nature ini membandingkan kanker payudara yang ada di dunia saat ini. Menurut para peneliti, tes yang digunakan di rumah sakit saat ini cukup luas untuk memilah-milah kanker payudara. Temuan ini memberikan pemetaan kanker payudara lebih rinci sehingga memungkinkan untuk menemukan kanker payudara jenis tertentu.

"Kanker payudara bukanlah 1 jenis penyakit saja, melainkan terdiri dari 10 jenis penyakit yang berbeda. Temuan kami akan membuka jalan bagi dokter di masa depan untuk mendiagnosa jenis kanker payudara yang dimiliki seorang wanita, obat apa yang manjur atau tidak, dan terapi yang jauh lebih tepat daripada yang ada sekarang ini," kata pemimpin penelitian, Prof Carlos Caldas seperti dilansir BBC.

Saat ini, kanker payudara diklasifikasikan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskop dan tes penanda adanya tumor. Kanker yang memiliki 'reseptor estrogen' akan merespon terapi hormon tamoxifen, sedangkan yang memiliki 'reseptor Her2' dapat diobati dengan Herceptin.

Pada sebagian besar kanker payudara, lebih dari 70% kasus merespon terapi hormon. Namun reaksinya sangat bervariasi. Menurut prof Caldas, beberapa pengobatan bekerja dengan baik, sedangkan beberapa justru membuatnya menjadi parah. Maka jenis-jenis kanker payudara ini memerlukan klasifikasi yang lebih baik.

Prof Caldas mengamati sampel beku dari kanker payudara 2.000 orang wanita di rumah sakit Inggris dan Kanada. Ia bersama timnya melihat secara rinci genetika sel tumor yang telah bermutasi. Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel normal berubah menjadi kanker dengan cara yang berbeda dan dapat dikelompokkan menjadi 10 kategori. Peneliti menyebutnya IntClust 1 sampai dengan 10.

"Ini adalah penelitian terbesar untuk melihat secara rinci genetika tumor payudara. Temuan ini akan mengubah cara kita melihat kanker payudara dan berdampak sangat besar dalam mendiagnosis dan mengobati kanker payudara. Ini adalah sebuah penelitian yang sangat penting," kata Dr Harpal Kumar, CEO Cancer Research UK yang mendanai penelitian.

Para peneliti harus membuktikan terlebih dahulu bahwa pengelompokan 10 jenis kanker payudara ini benar-benar bermanfaat bagi pasien sebelum dapat digunakan oleh dokter secara luas. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu 3 - 5 tahun.

5 Hal yang Ditakutkan Saat Operasi Perbesar Payudara


Banyak wanita yang mendambakan memiliki payudara yang besar dan seksi. Itulah sebabnya operasi memperbesar payudara menjadi populer di kalangan wanita. Namun masih banyak informasi yang ditakutkan seputar operasi kosmetik tersebut. Apa saja?

Operasi pembesaran payudara (breast augmentation) adalah prosedur operasi kosmetik yang bertujuan untuk meningkatkan ukuran payudara dan meningkatkan kontur payudara untuk alasan estetika atau untuk mencapai proporsi tubuh yang lebih baik.

Wanita bisa memilih operasi dengan implan salin atau silikon. Implan salin biasanya diisi dengan larutan garam (salin) sedangkan silikon diisi dengan silikon gel, cairan kental dan lengket yang mirip lemak manusia. Beberapa wanita lebih suka menggunakan implan silikon karena terlihat seperti jaringan payudara alami.

Operasi pembesaran payudara merupakan prosedur yang aman dan efektif yang telah digunakan oleh jutaan wanita di seluruh dunia. 
 
Namun ada beberapa hal yang ditakutkan dari seputar operasi ini seperti dilansir timesofindia :

1. Implan pPayudara dengan Silikon dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Faktanya, setelah pengujian intensif yang dilakukan oleh ahli bedah dan Badan Pengawas Obat AS (FDA), FDA telah menyetujui bahwa implan payudara silikon aman dan efektif bila digunakan sesuai label. Menurut FDA, sejauh ini tidak ada bukti yang menghubungkan implan silikon dengan kanker payudara atau penyakit yang mengancam kehidupan.

2. Implan Payudara Menyebabkan Komplikasi pada saat Menyusui

Faktanya, payudara implan ditempatkan di belakang jaringan payudara antara otot dada. Penempatan ini tidak mengganggu jaringan payudara atau daerah puting dimana saluran susu terkonsentrasi. Banyak wanita dengan implan payudara berhasil memberikan ASI pada bayinya.

3. Setelah Kehamilan Payudara Implan akan Menjadi Lebih Besar

Faktanya, sama seperti wanita tanpa implan. Wanita dengan implan payudara akan memiliki payudara yang lebih besar selama kehamilan dan akan kembali normal setelah melahirkan. Ini merupakan proses yang normal dan kehamilan tidak mempengaruhi ukuran implan payudara.

4. Sensasi Payudara akan Hilang karena Operasi Pembesaran Payudara
Faktanya, hilangnya sensasi payudara adalah sensasi sementara yang dirasakan wanita setelah operasi. Sensasi di daerah puting dan payudara mungkin akan menurun beberapa minggu setelah operasi namun akan kembali ketika tubuh telah terbiasa dengan implan.

5. Saat Operasi, Payudara Asli Akan Diangkat untuk Menyediakan Tempat Implan
Faktanya, ahli bedah akan membuat semacam saku atau ruang di bawah jaringan payudara untuk menempatkan implan, sehingga payudara asli tidak perlu diangkat. Implan dapat ditempatkan di sub-kelenjar, yaitu antara otot dada dan jaringan payudara atau sub-otot yang berada di bawah otot dada.

Ternyata Lemak Perut Bisa Ditransfer Untuk Memperbesar Payudara



img
Banyaknya kasus implan bocor lalu merusak bentuk payudara asli bikin perempuan takut untuk memakainya. Namun jangan khawatir, memperbesar payudara tidak harus pakai implan sebab tak lama lagi lemak perut bisa ditransfer ke payudara.

Transfer atau pemindahan lemak perut ke payudara memberikan keuntungan ganda bagi perempuan. Selain bisa memperbesar ukuran payudara, prosedur ini sekaligus memberukan hasil seperti sedot lemak karena lingkar pinggangnya akan semakin langsing.

Selain itu, karena berasal dari jaringan tubuhnya sendiri maka bentuknya diperkirakan akan lebih alami daripada hasil pemasangan silikon. Risiko penolakan oleh tubuh juga lebih kecil karena bukan benda asing yang perlu dilawan oleh sistem imun.

"Orang akan memilih jaringan tubuhnya sendiri daripada bahan sintetis, terutama jika hasilnya sama saja," kata Dr Graham Sellars, pimpinan Australian Society of Plastic Surgeons (ASPS) cabang New South Wales seperti dikutip dari News.com.au.

Operasi pemindahan lemak dari perut atau bagian tubuh yang lain ke payudara didahului dengan memakai bra khusus selama beberapa hari agar jaringan payudara mengendur. Setelah kedur, barulah lemak-lemak itu dipindahkan dan untuk menyempurnakannya bra khusus dipakai lagi selama sepekan.

Prosedur pemindahan lemak perut ke payudara sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1980-an, namun pada saat itu tidak berkembang karena ada banyak masalah. Pemindahan lemak dalam jumlah banyak berisiko memicu penggumpalan yang bisa mengacaukan mamografi karena menyerupai jaringan tumor.

Kini dengan teknik yang sudah disempurnakan, transfer lemak sudah bisa dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat. Penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, 6 bulan sejak transfer lemak dilakukan tidak ditemukan kelainan apapun pada payudara.

Meski demikian, prosedur ini tetap belum akan menyaingi popularitas implan silikon. Salah satu alasannya adalah biaya, sebab pemindahan lemak dalam jumlah banyak tidak bisa dilakukan hanya dengan sekali operasi sehingga ongkosnya jauh lebih mahal daripada pasang implan.

4 Minuman Penggempur Lemak Perut



img
Tak hanya merusak penampilan, lemak di perut juga paling berbahaya dibandingkan dengan lemak di bagian tubuh lainnya. Untuk itu, berbagai cara pun banyak dilakukan untuk menggempur lemak di perut yang bikin buncit.

Ada beberapa minuman yang dapat Anda minum tanpa rasa bersalah dan benar-benar dapat menurunkan berat badan, terutama mengurangi lemak di bagian perut.

Berikut 4 minuman yang dapat menggempur lemak di perut, seperti dilansir Foxnews:

1. Smoothie Semangka
Tanpa ditambah gula, smoothie semangka adalah cara bebas bersalah untuk melembabkan tubuh dan minuman segar yang rendah kalori. Tidak hanya sebagai hydrator alami karena kandungan airnya, semangka juga sarat dengan nutrisi, termasuk likopen yang melawan kanker, serta asam amino yang dikenal sebagai arginin.

Sebuah studi di Journal of Nutrition menemukan bahwa arginin dapat menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan massa otot, sehingga menyiapkan pendongkrak metabolisme.

2. Es Teh Peppermint
Es teh peppermint (tanpa atau sedikit gula) bukan hanya penyegar yang super di musim panas, tapi juga penggempur lemak perut yang super efektif. Peppermint membantu proses lemak perut, memastikan bahkan makanan tinggi lemak seperti burger dan steak dicerna dengan cepat, yang membantu mencegah kembung.

3. Frappe Nanas
Frappe nanas dengan campuran minyak biji rami adalah perpaduan yang super. Minyak biji rami menambahkan asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA), zat yang telah terbukti menghancurkan lemak. Sedangkan nanas sendiri mengandung bromelain, suatu enzim yang membantu memecah protein, memudahkan pencernaan dan mengusir kembung.

4. Teh Hijau
Selain mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung, teh hijau bermanfaat bagi seluruh tubuh dan mengandung catechin, antioksidan yang menurut penelitian dapat membantu mengurangi lemak perut.

Jika Anda minum teh hijau sebelum latihan, senyawa ini juga bisa meningkatkan pembakaran lemak selama latihan aerobik.

Ingin Seks Prima? Hindari Makanan "Fast Food"



Masyarakat harus menghindari menyantap makanan cepat saji (fast food) jika menginginkan kesehatan terjaga secara prima, termasuk secara seksual, kata androlog Universitas Diponegoro Semarang Profesor Susilo Wibowo.
   
"Masyarakat Indonesia ini pola pikirnya justru berbalik dengan masyarakat negara modern. Di saat masyarakat barat mulai kembali menyantap makanan tradisional, masyarakat kita justru menggemari fast food," katanya di Semarang.
   
Menurut dia, masakan-masakan ala modern seperti "fast food" dan "junk food" yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat Barat sebenarnya dapat memicu berbagai problem kesehatan antara lain kolesterol, jantung, diabetes, dan stroke. Akan tetapi, kata dia, pola makan masyarakat Indonesia saat ini justru menggemari menyantap sajian semacam itu.
   
"Dan alangkah ironis kebiasaan itu menurun pada anak-anaknya yang dibiasakan menyantap masakan cepat saji dan instan," katanya.
   
Susilo, yang juga mantan Rektor Undip itu menjelaskan, kebiasaan menyantap masakan cepat saji dapat menyebabkan kegemukan termasuk pada anak-anak. Kemudian dari kegemukan dapat memicu munculnya berbagai penyakit seperti kolesterol dan hipertensi.
   
"Berbagai penyakit itu akan memengaruhi pembuluh darah yang membuat aliran darah tidak lancar ke seluruh tubuh, termasuk ke alat fungsi seksual sehingga menyebabkan gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi," katanya.
   
Ia mengharapkan, masyarakat segera sadar dengan kebiasaan buruknya menyantap makanan cepat saji dan kembali ke makanan-makanan tradisional seperti bayam, kacang-kacangan, asparagus, beras, kedelai, dan ikan.
   
"Jangan ikut-ikutan gaya masyarakat barat yang gemar mengonsumsi ’fast food’. Mereka sendiri kini mulai sadar dengan dampak kesehatan banyak mengonsumsi ’fast food’ dan beralih ke makanan-makanan tradisional," katanya.
   
Susilo yang pernah menjabat Ketua Umum Perkumpulan Andrologi Indonesia (Pandi) itu mengaku heran dengan masyarakat Indonesia yang justru membiasakan anak-anaknya menyantap "fast food", padahal makanan itu tidak menyehatkan.
   
"Ya mungkin mereka belum sadar dampaknya bagi kesehatan, karena itu masyarakat harus disadarkan. Di saat masyarakat Barat mulai beralih ke makanan tradisi Timur, kita justru mengikuti kebiasaan masyarakat Barat," kata Susilo.
 
FREE PALESTINE
FREE PALESTINE


Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info